Rabbi..
Tak banyak yang dapat kulakukan..
Aku hanya bisa berdoa dan berusaha sekuat tenaga semampuku dengan pertolongan-Mu..
Aku tahu bahwa secara zahir aku lahir tanpa membawa apa-apa, begitu pula saat aku kembali kepada-Mu..
Namun, Rabbi..
Kumemohon kepada-Mu..
Sebelum kukembali kepada-Mu aku ingin sekali menemukan apa yang kucari..
Apa yang kurindukan..
Apa yang kubutuhkan..
Kau mengingatkanku melalui hamba-Mu yang shalihah
"Bila kita ingin mendekatkan diri dengan-Nya, tak mungkin Dia akan menyesatkan kita.."
Ingin aku membawa bekal terindah untuk sampai ke kampung halaman bersama keluarga dan teman-teman..
Aku ingin menunjukkan kembali pemberian-Mu semasa di dunia di kampung halaman nanti..
Aku ingin bersujud..
Berlari..
dan Berkata..
"Terima kasih Yaa Allaah.. Kerinduanku terjawab sudah.. Inilah jawaban dari penantian panjangku semasa di dunia.."
Yaa Rabbi..
"Ihdinashshiraatal mustaqiim.."
Kami merindukan-Mu..
Semoga kami dicatatkan sebagai hamba-hamba yang Engkau sayangi yang senantiasa berkata-kata jujur..
Aamiin...
Malam itu seorang akhwat (katanya dia nggak mau disebut namanya ^^) bercerita tentang pengalamannya dengan seorang gadis kecil. Gadis kecil itu bercerita pada sang akhwat dengan nada lugu dan polos.
bocah: "Teh, ingin buru-buru masuk surga.."
akhwat: "Oh ya? kenapa?"
bocah: "Ingin ketemu sama nenek."
akhwat: "ingin ketemu sama nenek?" dahi sang akhwat berkerut. Heran.
bocah: "iya, sama ingin minta laut susu. Kalau di surga boleh minta apa aja kan teh?"
akhwat: "iya atuh. apa aja juga boleh. kenapa ingin ketemu sama nenek?"
bocah: "ingin minta maaf.."
akhwat: "ingin minta maaf? minta maaf kenapa?""
bocah: "dulu pernah pipisin nenek."
akhwat: "Oh ya? Kapan?"
bocah: "Waktu kecil.. Waktu itu nenek lagi sakit. Terus amel main di atas perut nenek dan nggak tahan ingin pipis. Terus pipisnya pas di muka nenek."
akhwat: "Pas amel umur berapa?"
bocah: "Nggak tau, lupa. Mungkin sebelum TK. 2 tahunan mungkin."
akhwat: "Nenek nggak marah?"
bocah: "Nggak.. Nenek nggak bisa bilang apa-apa kan nenek lagi sakit.."
akhwat: "Hmm.. jadi amel ingin minta maaf?"
bocah: "iya.."
Subhanallaah.. padahal usia dia saat ini pun masih kecil dan belum baligh.. Ketika saya denger cerita ini, saya jadi kagum sama anak ini. Akhwat yang bercerita itu pun selalu merasa gembira dan seneng banget kalau lihat wajah lugu dan keceriaan anak ini. Akhwat itu juga pernah bilang kalau dia suka lihat anak ini sering diam dulu sejenak sehabis shalat. Mengangkat kedua tangannya yang mungil dan berdoa sambil membuka dan memejamkan matanya.. Mungkin untuk neneknya.. atau mungkin untuk kedua orang tua dan orang-orang yang ia sayangi.. dan sepertinya.. ia sangat merindukan surga.. Semoga surga pun sangat merindukan anak shalihah ini.. amiin..
"enggak sendiri, mir.. insya Allah masih banyak kesempatan.."
menyejukkan..
membuatku merasa ingin segera bangkit dari keterpurukan ini..
karna aku, kau, kita, tak pernah sendirian..
ya..
tak pernah sendirian..
"wah apa teh?"
"waktu itu mira nanya tentang futur-kan?"
"Haa, iya teh! Apa? Ceritain!"
"Futur itu disebabin banyaknya maksiat. Dan maksiat yang terus menerus kita lakukan itu menyebabkan hati kita menjadi semakin gelap.. untuk meneranginya adalah mendekatkan diri sama Allah.. salah satu cara untuk membersihkannya adalah dengan air mata, mir.. air mata waktu kita shalat malam..."
Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku mencintai si fulan maka cintailah dia! Jibril pun mencintainya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia! Para penghuni langitpun mencintainya. Kemudian dia pun diterima di bumi. Dan apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku membenci si fulan, maka bencilah pula dia! Jibril pun membencinya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah membenci si fulan, maka bencilah kepadanya. Para penghuni langit pun membencinya. Kemudian kebencianpun merambat ke bumi." Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 4772
Subhanallaah.. saya memili kisah tentang beberapa orang teman saya.. ketika saya melihat wajahnya.. saya merasakan pancaran keikhlasan dan ketaqwaan mereka.. Ingin sekali saya bercerita tentang mereka..
Mungkin kali ini saya bercerita sedikit tentang keseharian mereka. Memang tiap-tiap dari mereka memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda-beda, namun dari kesemuanya banyak sekali hikmah yang saya dapatkan. mudah2an kebaikan mereka pun dapat berimbas pada kita dengan meneladaninya sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullaah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam. amiin..
- Hal yang paling utama yang saya lihat dari mereka adalah ketulusan mereka dalam melaksanakan amal shalih sekecil apapun dan mereka tidak peduli dengan pujian manusia karena tujuan mereka hanyalah Allah bahkan ketika mereka melakukan amalan yang besar sekalipun..
- Mereka sungguh-sungguh dalam mengerjakan segala sesuatu karna mereka yakin itu adalah amal yang kelak akan menjadi bekal perjumpaannya dengan Allah Ta'ala..
- Tawadhu'.. benar-benar terlihat dari sikap mereka, dari wajahnya..
- Menghindari hal-hal yang sia-sia, berkata-kata berlebihan, dan makan minum berlebihan, hal yang hingga saat ini sering saya sesali karna saya sering melakukan kebalikannya..
- Mengutamakan yang utama, shalat fadhu' di awal waktu, shalat malam, dan lainnya..
- Peduli dengan lingkungan sekitarnya..
- Merahasiakan amalannya. Banyak dari amalan mereka yang mereka rahasiakan. namun banyak pula amalan mereka yang Allah singkapkan kepada hamba-hamba-Nya di bumi untuk menjadi jalan hidayah dari-Nya..
Itulah sekelumit kisah tentang teman-teman saya, saya yakin masih banyak amalan mereka yang hanya diketahui oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dan diri mereka sendiri.
Saya menulis ini bukan berarti saya mengetahui isi hati mereka, hanya Allah Ta'ala Yang Maha Mengetahui isi hati hamba-hamba-Nya. saya hanya menuliskan apa yang mampu saya lihat dan saya rasakan dari diri teman-teman saya..
Wallahu 'alam bishawab
Yaa Rabbi, merekakah hamba-hamba yang Engkau cintai? bila iya, golongkan hamba bersama mereka Ya Allah.. amiin Yaa Rabbal 'Aalamiin..
mini.. ya.. Lia yang namain. Sesuai dengan namanya, dia kecil mungil.. Sampe-sampe kadang nggak keliatan kalau lagi lari-lari.. takut keinjek.
awal perjumpaan?? hmm.. kalau gak salah pas kucing ini lagi main-main sendirian di mesjid
sekolah. Lari-larian sana sini. tapi dari suaranya.. mungkin dia lapar..
Entahlah, mungkin karna udah dipegang manusia waktu ia masih 'merah', ibunya nggak 'ngenalin' dia lagi. makanya biasanya pa Uu (penjaga mesjid) yang ngasih makan.. Pa Uu yang jadi jalan rizki buat mini..
Mini itu... bodor, bojek, manja, aktif banget, energik, serba ingin tau, suka lari-larian, suka ngumpet, kalau minum susu suka belepotan, dan dia apik banget (afwan nih ya cerita aja, kalau mini mau pipis/buang air dia suka 'ke belakang' versi dia, yaitu got kecil / tanah di kebun belakang mesjid. ini yang bikin saya kagum, kok kadang manusia kalah ya?), dan hal yang paling ngangenin.. dia itu polos banget, kakinya yang mungil kadang suka bingung buat ambil langkah kalau saya taruh di atas kursi atau meja. Pernah beberapa kali jatuh juga sih.. aduh mini.. maafin ya.. T_T
kadang sedih juga kalau liat mini.. kayaknya dia kesepian. dia juga sering banget muter2 deket manusia di sekitarnya.. mungkin yang ia cari ibunya.. sebenernya ibunya yang dia butuhin saat itu..
mini juga biasa main sendiri, kalau nggak, anak2 SMA atau anak kecil yang godain mini atau ngajak main bareng.
kalau mini ada di pangkuan.. kayaknya nyaman.. banget..
biasanya dia tidur nyenyak. walau kadang dia kebangunin sama orang-orang yang gak nahan buat nyolek pipinya.
mini, sekarang mini ada di mana? pa Uu bilang ada alumni yang bawa mini semenjak libur lebaran waktu itu.. padahal ingin banget sih ketemu mini.. tapi kalau memang mini sekarang ada di sana.. mudah2an mini bahagia dan orang2 yang ada di sekitar mini bisa jagain mini dengan baik.. jadi mini gak ngerasa kesepian lagi.. karna orang-orang disekitar mini sayang sama mini..


mini.. sekarang saya lagi berusaha untuk nggak pegang kucing sesuai dengan nasihat dari mamah, apih dan teman-teman.. tapi kalau suatu saat saya bisa ketemu mini.. rasanya.. ingin banget godain mini lagi. main kayak dulu..
mini..
kangeeeen banget sama mini.. kangen semuanya...
may Allah always protects you, mini..
salam kangen,
Salaccaedulis


